Bapepam LK menduga, terjadi penggelembungan aset pada 98 persen saham matahari department sore, atau LPPF milik meadow asia company limited. Saham-saham itu menjadi jaminan kredit 3,2 triliun rupiah, dari CIMB niaga dan standard chartered bank, dengan dasar perhitungan nilai pasar saat ini. Dugaan itu mengemuka pasalnya, saat LPPF menerima aset matahari department store dari matahari putra prima di November tahun lalu, harga saham LPPF hanya 185 rupiah per saham. Namun, begitu MPPA mengumumkan rencana menjual 90 persen lebih saham LPPF ke CVC capital partner asia tiga, pada januari lalu, harga saham LPPF telah mencapai 1350 rupiah per
saham. (cs)
Kinerja saham pendatang baru di Bursa Efek Indonesia ternyata cukup bagus. Bahkan, harga beberapa saham emiten baru itu melambung tinggi dibanding saat penawaran perdana. Saham-saham itu antara lain, saham benakat petroleum energy, yang saat penawaran perdana harganya hanya 140 rupiah, pada akhir pekan lalu, melonjak hingga 250 rupiah per saham. Selain itu, saham PT Pembangunan perumahan, yang pada IPO harga sahamnya 560 rupiah, kini harganya 580 rupiah per saham. Namun, para analis menyarankan agar investor jeli dalam memilih saham-saham pendatang baru. Analis Bhakti Securities menambahkan, investor juga harus memastikan strategi perusahaan tersebut dalam menggenjot kinerjanya. (cs)
Direktur direktorat perizinan dan informasi perbankan bank Indonesia mengatakan, Setelah berhasil mengakuisisi bank dipo internasional, Grup Sampoerna akan mengubah bank itu menjadi bank umum syariah. Namun, Ia menyayangkan sikap Grup Sampoerna yang hingga kini belum menyerahkan beberapa dokumen, seperti laporan keuangan dan business plan. Langkah sampoerna mengoperasikan bank syariah bukan sesuatu yang mustahil dilakukan. Pasalnya, saat ini sampoerna sudah memiliki usaha binaan berupa koperasi yang bernama sahabat UKM, yang selama ini bergerak di penyaluran pembiayaan berbasis syariah. Bahkan, Chief Financial Officer Koperasi Sahabat UKM mengatakan, portofolio pembiayaan lembaga itu mencapai 70 miliar rupiah. (cs)
Berdasarkan Data transaksi obligasi di bursa efek Indonesia pada 5 maret lalu, sukuk ritel seri SR-002 dan obligasi ritel Indonesia, atau ORI-004 yang jatuh tempo tahun 2012, merupakan instrument surat utang yang paling likuid diperdagangkan. Dengan frekuensi perdagangan lebih dari 1400 kali, SR-002 merupakan surat utang dengan jumlah transaksi terbanyak. Nilai transaksinya di periode itu mencapai lebih dari 9,7 triliun rupiah. Sementara, ORI-004 menjadi obligasi ritel terlaris kedua, dengan frekuensi sekitar 1100 kali, yang nilai perdagangannya mencapai 2,8 triliun rupiah. Imbal hasil obligasi ini juga mengalami kenaikan dari 8,1 menjadi 8,2 persen. (cs)
Tiga emiten di Bursa Efek Indonesia dikabarkan berencana untuk membagikan deviden pada semester pertama tahun ini. Ketiga emiten itu adalah, Inco, Astra International dan Matahari Putra Prima. Selain ketiga emiten tersebut, menurut para analis, emiten di sektor pertambangan juga berencana untuk membagikan dividen, seiring dengan jumlah produksi dan harga komoditas yang terus mengalami kenaikan dalam setahun terakhir ini. Namun, Kepala Riset Mandiri Sekuritas mengingatkan, pada masa bagi-bagi deviden ini, investor jangan terlalu cepat berburu saham hanya demi mendapatkan dividen yield semata. Dia menyarankan, investor sebaiknya lebih fokus berinvestasi pada perusahaan yang memiliki kinerja dan fundamental kokoh. (ts)
Direktur Bisnis Bank UOB Buana mengatakan, kebijakan Bank Indonesia mengubah frekwensi lelang instrument Sertifikat Bank Indonesia menjadi sebulan sekali dan fokus pada SBI bertenor tiga dan enam bulan, memicu perbankan merombak manajemen likuiditas mereka. Menurutnya, bank tidak bisa lagi hanya agresif menarik dana masyarakat, namun lambat dalam penyaluran kredit. Pasalnya, jika bank melakukan itu, kinerjanya menjadi tidak efisien akibat terjadi penumpukan dana menganggur. Untuk itu, menurut direktur bank SBI Indonesia, untuk mengantisipasi peraturan BI itu, Bank harus fokus menyalurkan kredit guna mendukung tingkat pendapatan. (ts)